Gangguan Ginjal

Jumat, 06 April 2012


       Ginjal manusia merupakan alat utama eksresi, sehingga jika ada gangguan ginjal tentu akan menganggu sistem eksresi. Luka berat, banyak kehilangan darah, keracunan zat-zat tertentu, dan penyakit tertentu dapat menimbulkan terganggunya fungsi ginjal, terutama terganggunya pembentukan urin. Beberapa kelainan atau gangguan tersebut antara lain sebagai berikut
a.  Gagal Ginjal dan Uremia

Kegagalan fungsi ginjal yang akut dapat menyebabkan nefritis, pendarahan, dan fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba. Gejala yang umum adalah tidak terjadi pembentukan urin yang die=sebut anuria. Gejala ini berbahaya karena dapat menimbulkan uremia. Uremia yaitu terbawahnya urin ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran disalah satu saluran dalam nefron. Akibat dari keadaan tersebut, penyerapan air oleh darah akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air pada kaki dan timbul bengkak (edema), demikian pula pada organ tubuh yang lain.
b.  Nefritis

          Nefritis adalah peradangan pada nedron karena bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernafasan. Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urin. Nefritis kronis biasanya terjadi pada orang lanjut usia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah dalam ginjal, dan rusaknya glomelurus atau tubulus.
c.  Diabetes Insipidus
          Diabetes insipidus adalah suatu penyakit kelenjar hipofisi gagal mensekresikan hormone antideuritik, sehingga eksresi urin meningkat. Pada umumnya urin yang dieksresikan berjumlah antara 4-6 liter setiap hari , tetapi  dapat mencapai 12-15 liter      setiap hari, tergantung dari jumlah air yang diminum. Penderita diabetes insipidus cenderung mengalami dehidrasi dan Pengeluaran elektrolit dari cairan tubuh. Akan tetapi, kecenderungan ini diimbangi oelh perasaan ingin minum dan ingin makan makanan yang lebih banyak mengandung garam. Penyakit ini umumnya ditimbulkan oleh tumor di hipootalamus atau hipofisis yang mengakibatkan rusaknya bagian hipotalamus yang mengatur sekresi hormone antodeuritik.
d.   Diabetes Melitus
          Diabetes mellitus atau dikenal dengan kencing manis, yaitu terdapatnya glukosa dalam urin yaitu menurunnya hormone insulin yang dihasilkan di kelanjar pancreas. Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glikogen menjadi glukosa dan reabsorbsi glukosa dalam glomelurus.
e.  Albuminaria
          Albuminaria yaitu terdapatnya molekul albumin dan protein lain di dalam urin. Albuminaria disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi pada ginjal sehingga protein dapat lolos pada proses filtrasi.
f.  Kencing Batu

        Kencing batu atau batu ginjal yaitu terbetuknya butiran-butiran dari senyawa kalsium dan penimbunan asam urat, sehingga CaCO3 (kalsium Karbonat) pada ginjal atau saluran urin yang dapat menyebabkan kesulitan pengeluaran urin. Kencing batu dapat terjadi karena faktor hormone (yang dihasilkan kelenjar anak gondok) paratiroid dan jika seseorang kurang minum atau sering menahan buang air kecil.

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.